Kalau ditanya berapa circle pertemanan yang saya miliki, mungkin jawabannya 3 kali ya. Lho kok "mungkin"? Seolah-olah saya tidak yakin dengan circle pertemanan tersebut, wkwkwk. Bukan gak yakin, hanya saja circle pertemanan pertama dan kedua itu terdiri dari 3 orang yang sama, hanya saja ketambahan 3 teman baru, hehehe.
So far, 3 circle pertemanan saya masih berjalan hingga saat ini. Circle pertama dan kedua terjalin komunikasi secara online saja via Whatsapp group. Hal ini dikarenakan kami berada di lokasi yang berjauhan. Akan tetapi saya pernah meet up alias bertemu langsung dengan 2 orang teman saya dari circle pertama dan kedua.
Sementara circle ketiga merupakan gabungan pertemanan online dan offline. Karena circle ketiga ini semuanya berada di dalam satu kota yang sama sehingga mudah untuk saling kopdar jika diperlukan.
Sebenarnya pilihan juga sih untuk memiliki circle pertemanan. Jika kamu lebih suka tidak punya circle pertemanan, maka sah-sah saja kok.
Saya pun awalnya tidak memiliki circle pertemanan, namun berawal dari ketidaksengajaan akhirnya terbentuklah hubungan pertemanan dengan beberapa orang dengan latar belakang berbeda-beda.
Saya lihat beberapa teman saya juga punya circle pertemanan seperti genk sejak SMA, circle sejak SMP hingga circle pertemanan karena profesi misalnya.
Asal kamu cocok dengan circle pertemanan yang dijalin, maka lanjutkan saja. Ada beberapa manfaat positif ketika memiliki circle pertemanan misalnya saja:
- Bisa saling berdiskusi apabila ada hal yang perlu didiskusikan
- Mendapatkan wawasan baru dan informasi terkini
- Bisa saling support dengan teman lainnya jika sedang ada kendala dalam hidup
- Bisa jalan bareng ke suatu tempat apabila sedang suntuk
Namun perlu diingat jika kamu punya circle pertemanan yang cukup banyak, maka jangan baper apabila ada salah satu teman yang punya karakter unik. Maklum saja, manusia itu diciptakan dengan bermacam-macam sifat yang pastinya berbeda satu dengan lainnya.
Karakter unik itu misalnya saja ceplas ceplos, dimana kadang ada menimbulkan gejolak dalam percakapan di grup Whatsapp misalnya. Mungkin bagi yang baperan, akan merasa tersungging... eh.. tersinggun dengan teman yang ceplas ceplos. Kalau baru kenal seminggu dua minggu mungkin bisa baper apabila bertemu teman baru dengan karakter yang bertolak belakang.
Ketika awal berkenalan dengan teman baru tentu ada rasa canggung donk pertama kali ngobrol. Namun lama kelamaan juga terbiasa dengan karakter teman itu.
Baper boleh tapi jangan kelamaan. Awal beradaptasi dengan circle pertemananmu mungkin bikin kaget tapi jadikan motivasi untuk melatih mentalmu saja agar lebih tahan banting, wkwkwk.
Selain punya circle pertemanan, saya juga punya teman yang biasa ngobrol "privat", wkwkwk. Istilah apaan lagi tuh. Jadi, teman ngobrol privat itu biasanya ngobrol berdua saja. Saya sih terbuka banget misal ada teman yang ngajak ngobrol privat.
Misalnya saja saya punya teman eks rekan kerja kantor. Beberapa minggu lalu, kami berdua ketemuan tuh di Fore Cafe sambil nostalgia dengan masa-masa kerja bareng 2 tahun lalu. Kemudian, ada eks rekan kerja 20 tahun lalu yang baru saja melahirkan anak kedua. Saya pun berkunjung ke rumah teman saya itu untuk tilik bayi sekaligus silaturahmi.
Dari situ kan terlihat bahwa saya berinteraksi dengan dua orang dari latar belakang berbeda. Meskipun kami sudah menjalani hidup masing-masing tapi tetap saling menyimpan nomor handphone.
Terkadang ada juga individu yang tidak suka bergaul di dalam circle yang anggotanya terlalu banyak. Ada orang yang lebih nyaman jika bergaul dengan satu hingga dua orang saja. It's okay, saya bisa juga kok seperti itu.
Pokoknya bagi saya, selama pertemanan itu sehat dan tidak toxic, ayo saja untuk dilanjutkan.
Circle pertemananmu yang sudah bertahun-tahun lamanya pasti ada awalnya juga terbentuk donk. Tidak serta merta kenal juga kan. Jadi awal kenal pasti akan berbeda rasanya dengan yang sudah bertahun-tahun kenal.
Menurut saya pribadi, jika kamu merasa baru masuk sebuah circle pertemanan dan buru-buru ingin keluar, coba pertimbangkan dulu. Bisa jadi karena kamu belum terbiasa saja dengan karakter teman-temanmu makanya tidak nyaman. Lama kelamaan kamu akan terbiasa kok dengan candaan di dalam group Whatsapp misalnya.
Cobalah untuk bertahan dulu. Siapa tahun beberapa bulan kemudian circle pertemanan itu membawa manfaat positif bagimu.
Semoga bermanfaat.


Posting Komentar untuk "Kalau Punya Banyak Circle Pertemanan"